Keluargaberencana's Weblog

Peringatan PBB soal kekerasan | Desember 3, 2008

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, dunia harus berbuat lebih banyak untuk memerangi penganiayaan wanita dan anak perempuan. Ban Ki-moon menyatakan hal itu, sementara berbagai organisasi di seluruh dunia memperingati Hari Internasional PBB untuk Penghentian Tindak Kekerasan terhadap Wanita.

PBB mengatakan, setidaknya satu dari setiap tiga wanita dipukul, dipaksa berhubungan seks atau dianiaya dengan cara lain dalam hidup mereka. PBB mendesak para pemimpin dan masyarakat di seluruh dunia agar menangani keadaan yang dikatakannya “pandemi global” penganiayaan.

Wanita antara usia 15 dan 44 tahun menghadapi risiko lebih besar mengalami perkosaan dan tindak kekerasan rumah tangga daripada mengalami kanker, kecelakaan lalulintas, perang dan malaria, kata badan internasional tersebut.

BB mengatakan tindak kekerasan terhadap wanita dilaporkan di setiap kawasan perang internasional dan non-internasional dan setengah dari wanita yang terbunuh dibunuh oleh pasangan mereka atau mantan pasangan mereka.

Ban Ki-moon menambahkan, pelanggaran semacam itu “merongrong pembangunan, perdamaian dan keamanan seluruh masyarakat”.

“Kita perlu berbuat lebih banyak untuk menegakkan hukum dan mengatasi impunitas,” kata Ban, yang mengadakan kampanye sendiri, UNiTE, untuk memerangi masalah.

“Kita perlu memerangi sikap dan perilaku yang membiarkan, menenggang, atau memberi alasan atau mengesampingkan tindak kekerasan yang dilakukan terhadap wanita,” tambah Sekjen PBB.

Risiko perkosaan
Berbagai organisasi di seluruh dunia menggunakan hari PBB untuk mengomentari situasi yang dihadapi wanita di negara tempat mereka beroperasi.

Di Kamboja, wanita dan bocah perempuan menghadapi risiko perkosaan dan serangan seksual, kata laporan pemerintah. Seperempat warga perempuan negara itu menghadapi tindak kekerasan domestik.

Namun, penelitian menunjukkan, banyak warga Kamboja menyatakan praktik suami menganiaya istri bisa diterima.

Laporan pemerintah menyebut kaum wanita dan anak perempuan Kamboja menghadapi ancaman lebih besar dari perkosaan dan pelecehan seksual.

Departemen urusan perempuan Kamboja menerbitkan laporan ini bertepatan dengan hari internasional pengentasan kekerasan terhadap kaum perempuan.

Kekerasan domestik
Laporan ini menyebut sekitar seperempat penduduk wanita menghadapi kekerasan dalam rumah tangga. Wartawan BBC Guy De launey dari Phnom Penh mengatakan, kepercayaan lama ditambah dengan bentuk baru perilaku anti-sosial membuat wanita muda dan anak perempuan menjadi lebih lama.

Laporan ini mengatakan peningkatan konsumsi obat terlarang dan alkohol di kalangan kaum pria berdampak langsung terhadap keselamatan kaum perempuan Kamboja.

Di sejumlah tempat, pemerkosaan beramai-ramai dipandang sebagai permainan dan aparat hukum harus berbuat lebih untuk menghentikannya, laporan wartawan kami.

Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa kaum perempuan juga mungkin menciptakan salah satu penghalang besar untuk mengurangi kekerasan dalam rumah tangga.

Saat diberi daftar alasan pembenaran seorang suami menyerang istrinya, lebih dari setengah kaum wanita yang menjadi responden setuju dengan setidaknya satu dari alasan yang diajukan itu.

Laporan tersebut mengatakan, pendidikan merupakan kunci untuk mengubah perilaku yang membiarkan pelaku serangan terhadap kaum perempuan tidak dihukum, atau dikecam.

Departemen urusan perempuan menyebut bahwa Kamboja memiliki peraturan yang lebih baik dibanding negara berkembang lain.

Di negara, itu ada hukum untuk mencegah serangan dalam rumah tangga dan tujuan pembangunan milenium nasional memasukkan target mengurangi kekerasan dan perdagangan manusia.


Ditulis dalam BERITA

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: