Keluargaberencana's Weblog

MASYARAKAT DAN TOBAPULP PERBAIKI TANGGUL AEKMANDOSI | November 4, 2008

Laporan: INGOT SIMANGUNSONG

Masyarakat dan TobaPulp bahu-membahu memperbaiki sekitar 75 meter tanggul Aekmandosi di dusun Lumbadolok, desa Lumbalobu, kecamatan Bonatua Lunasi, Tobasamosir, yang bolak-balik jebol diterjang banjir pada musim penghujan.

Aekmandosi adalah sungai kecil dengan airnya bersumber dari pegunungan Bukitbarisan di Lumbanlobu. Sungai ini mengalir di sisi jalan negara yang melintasi beberapa desa dengan muaranya ke hulu sungai Asahan di kota kecamatan, Porsea. Sungai itu menjadi sumber irigasi sederhana bagi sedikitnya 50 hektar persawahan rakyat plus perikanan (kolam) dan juga ternak (kerbau, babi, sapi).

Di Lumbanlobu yang berpenduduk 75 rumahtangga, tanggul buatan jaman Belanda itu sering jebol karena terkikis air sungai yang arusnya deras terutama pada musim penghujan. Sungai pun mengalami pendangkalan karena erosi di bagian hulu. Awal tahun ini, kerusakan serupa terulang lagi. Masyarakat berulangkali melakukan perbaikan secara gotongroyong, tetapi hasil kerja sederhana itu dihantam banjir lagi dan pecah lagi. Akibatnya, aliran sungai menjadi ”liar” dan mengikis badan jalan serta tidak efektif mengairi persawahan.

April lalu, Kepala Desa Lumbalobu Tulus M Butarbutar dan sejumlah masyarakat, diantaranya Thomas Butarbutar dan Julu Simangunsong, menyurati TobaPulp untuk meminta bantuan alat berat untuk mendukung gotongroyong masyarakat. Setelah sejumlah anggota masyarakat termasuk para ibu-ibu sempat datang ke TobaPulp, menyusuli permohonan itu, sebelum staf senior TobaPulp membidangi CSR (corporate social responsibility) Lambertus Siregar, akhirnya berhasil mengagendakan bantuan excavator sewaan, akhir September.

Dengan dukungan excavator itulah, selama tiga hari 26 hingga 29 September, sekitar 30 orang dewasa penduduk Lumbanlobu bekerja keras dan berhasil membangun kembali tanggul yang rusak dengan panjang 75 meter, tinggi 3 meter dan lebar 3 meter dengan kualitas lebih baik. Seorang teknisi menaksir nilai pekerjaan mencapai Rp80 juta.

Kini, tanggul itu memulihkan kembali fungsi Aekmandosi sebagai sumber irigasi persawahan penduduk. ”Juga, sekaligus menjadi uratnadi perhubungan dari kampung ke sawah, pasar dan juga ke sekolah. Anak-anak sekolah tidak perlu lagi menjinjing sepatunya untuk menghindari basah,” kata Jakup Sembiring, staf CSR yang menangani bantuan itu.

Para pemimpin desa yang mengaku sudah berulang kali meminta perbaikan tanggul kepada pemerintah lokal tetapi belum ada respons, merasa sangat tertolong. ”Kami sangat berterimakasih atas dukungan alat berat ini,” tulis surat mengatasnamakan masyarakat dusun-III Partoruan, Lumbanlobu, yang ditandatangani Kepala Desa Tulus Butarbutar dan Ketua DPD Thomas Butarbutar yang juga diteken Camat Rolli Silalahi.


Ditulis dalam BERITA

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: