Keluargaberencana's Weblog

Ancaman bom di Indonesia | November 4, 2008

20080806092705_44895727_bombers_ap226b

Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Australia di Indonesia menerima ancaman bom pada saat 3 pelaku bom Bali menunggu eksekusi.Seorang jurubicara Kedutaan Besar AS mengatakan ancaman bom itu ditangani dengan serius dan staf Kedutaan sedang bekerjasama dengan Kepolisian Indonesia.

Jurubicara Kepolisian RI, Abubakar Nataprawira, mengatakan ancaman disampaikan dengan pesan SMS kepada polisi, sama seperti ancaman kosong yang diterima Senin kemarin.

Imam Samudra, Amrozi Nurhasyim, dan Ali Ghufron alias Mukhlas –yang dinyatakan bersalah dalam bom Bali 2002 dengan korban jiwa 202 orang– rencananya akan dieksekusi beberapa hari mendatang.

Mereka dijatuhi hukuman mati 5 tahun lalu, dan eksekusi atas mereka sudah ramai dibicarakan sejak awal tahun ini. Kejaksaan Agung sempat mengatakan eksekusi akan dilakukan sebelum memasuki bulan puasa lalu, namun kemudian disebutkan sebelum akhir tahun ini. Laporan terakhir menyebutkan eksekusi akan ditempuh sebelum pertengahan Bulan November.

Pelabuhan Cilacap ditutup
Kepolisian RI menyatakan mereka sedang menyelidiki sumber dari ancaman bom terakhir ini.

Hari Senin ada ancaman bom atas sebuah pusat pertokoan di Jakarta namun belakangan ditemukan ternyata merupakan ancaman kosong. Bagaimanapun ancaman bom hari ini ditangani dengan serius oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Australia.

Keamanan di kedua komplek kedutaan sudah ditingkatkan. Sementara itu pelabuhan di Cilacap, Jawa Tengah, yang menghubungkan transportasi ke LP Nusakambangan sudah ditutup dan diberi pagar kawat berduri untuk mencegah massa.

Pemerintah Australia sudah mengeluarkan seruan agar warganya berpikir lebih dahulu untuk melakukan perjalanan ke Indonesia. Warga Australia merupakan korban terbesar dalam bom Bali 2002 lalu. Muncul kekuatiran tentang kemungkinan balas dendam dari para pendukung para pembom Bali, jika mereka dieksekusi.

20081101154920_41576592_amrozi_b203_ap

Tidak akan ditunda
Keluarga pelaku bom Bali sudah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) namun Mahkamah Agung menyatakan hal itu tidak akan mempengaruhi pelaksanaan eksekusi.

“Peninjauan kembali tidak akan menunda pelaksanaan vonis, termasuk hukuman mati,” kata jurubicara MA, Djoko Sarwoko.

MA sebelumnya sudah menolak PK yang diajukan penasehat hukum terpidana, sementara Mahkamah Konstitusi menolak petisi yang diajukan terpidana yang menganggap hukuman tembak mati tidak manusiawi.

Terlepas dari semua upaya banding tersebut, ketiga pelaku Bom Bali itu selalu mengatakan siap menjadi martir dalam mencapai mimpi mereka untuk menciptakan Kekalifahan Asia Tenggara.

Anggota keluarga mereka kini dilaporkan sudah berada di Cilacap untuk meminta ijin bertemu dengan ketiganya. Bagaimanapun hingga saat ini masih belum ada kepastian tanggal eksekusi ketiganya.


Ditulis dalam BERITA

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: