Keluargaberencana's Weblog

Tips Merawat Organ Khas Perempuan | Oktober 10, 2008

Sebagian kaum perempuan masih ada yang belum menyadari manfaat lebih dari alat kelamin yang dimilikinya. Padahal, alat kelamin itu merupakan “properti” yang wajib dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya.

Untuk menjaga organ seks selalu sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit kelamin, maka setiap perempuan perlu memerhatikan beberapa tips berikut ini:

Setelah buang air, cucilah tangan dengan sabun dan cucilah alat kelamin secara benar.

Setelah buang air besar, siramkan air dari arah depan (kemaluan) ke belakang (anus) dan jangan sebaliknya. Dengan begitu kotoran dari lubang anus tidak terbawa masuk ke dalam vagina. Salah satu penyebab terjadinya Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) adalah masuknya kotoran dari dubur ke vagina.

Hindari penggunaan sabun apapun di wilayah vagina dan hindari penggunaan cairan kimia pewangi/cairan khusus pembersih vagina karena akan mengganggu keseimbangan flora dalam vagina. Bila terlalu sering dipakai, justru akan membunuh bakteri baik dalam vagina yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur. Akibatnya, muncul gatal-gatal di daerah organ intim. Jangan pernah menyemprotkan minyak wangi ke dalam vagina.

Keringkan wilayah vagina dengan handuk bersih, lembut, dan kering, serta jangan digosok-gosok. Gantilah celana dalam minimal dua kali sehari dan pilih celana dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat. Hindari celana dalam yang terlalu ketat karena akan menekan otot vagina dan membuat suasana lembap.

Hindari memakai celana jeans terlalu ketat di wilayah selangkangan. Pada waktu haid, gantilah pembalut setiap kali terasa telah basah atau lebih dari 3 jam, dan cucilah vagina terlebih dahulu setiap kali akan mengganti pembalut. Pembalut yang dipakai pilih yang tidak mengandung gel, sebab gel dalam pembalut kebanyakan dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan timbulnya rasa gatal.

Gantilah pembalut sehabis buang air, meskipun tampak masih bersih ketika haid telah hampir selesai. Di toilet umum, sebelumnya siram dahulu (flushing) toilet yang akan dipakai. Hindari menggunakan air yang berada di bak atau ember. Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70 persen jamur candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada vagina). Sedangkan air yang mengalir dari keran di toilet umum mengandung kurang lebih 10 persen hingga 20 persen jamur candida albicans.

Jangan menggunakan bedak untuk daerah vagina termasuk pada bayi terutama bayi perempuan. Menurut penelitian, pemakaian bedak pada daerah tersebut terutama pada bayi dapat berdampak buruk, karena bedak dapat masuk ke dalam vagina yang di kemudian hari dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit, seperti tumor. Jika ingin menggunakan bedak, cara yang terbaik ialah dengan mengusapkan terlebih dahulu ke telapak tangan, baru diusapkan ke daerah lipatan paha dan pantat bayi yang biasanya lembap dan mudah teriritasi. Hal itu untuk menghindari supaya bedak tidak sampai masuk ke dalam vagina.

Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan setiap hari. Pantyliner sebaiknya hanya digunakan pada saat keputihan banyak saja, dan sebaiknya jangan memilih yang berparfum karena dapat menimbulkan iritasi kulit. Sebaiknya membawa celana dalam ganti daripada memakai pantyliner setiap hari.


Ditulis dalam SEKSUALITAS

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: