Keluargaberencana's Weblog

Sengketa Oetzi Selesai | Oktober 7, 2008

Sengketa hukum yang dipicu oleh penemuan kerangka manusia es yang terkenal, atau Oetzi, akhirnya terselesaikan.

Pendaki gunung Jerman, Erika dan Helmut Simon menemukan mumi manusia es di Italia Utara pada Tahun 1991, namun pihak berwenang di Propinsi Bolzano, Italia, menolak memberi imbalan sepadan untuk penemunya.

Tahun 2006 pengadilan memutuskan pemerintahan propinsi harus membayar imbalan 150.000 Euros atau sekitar Rp. 2 milyar.

Keputusan itu kemudian ditantang di pengadilan yang lebih tinggi oleh pihak pemerintah daerah.

Bagaimanapun pembayaran imbalan sudah terlalu lambat buat Helmut Simon yang meninggal dunia 4 tahun lalu, dan hadiah itu hanya diterima oleh jandanya, Erika, yang berusia 71 tahun.

Tujuan wisata
Sengketa ini bermulai pada Tahun 1994, ketika pasangan suami istri Simon menolak imbalan yang ditawarkan, sekitar 5.000 Euros.

Berdasarkan undang-undang Italia, penemu berhak atas 25% dari nilai temuan. Dan Oetzi telah menarik banyak wisatawan yang membawa pemasukan sampai jutaan Euro.

Tahun 2006 pengadilan memutuskan Propinsi Bolzano harus membayar nilai yang tepat untuk Erika Simon. Akan tetapi pengacara pemerintah daerah Bolzano menyatakan banding.

Alasannya adalah pemerintah daerah yang menanggung biaya penggalian dan menyediakan ruang dengan suhu yang dikendalikan untuk manusia es Oetzi.

Namun akhirnya Propinsi Bolzano sepakat untuk membayar jumlah tersebut, sebagai pengakuan atas penemuan oleh pasangan suami istri Simon dan juga karena pendapatan wisata yang diakibatkannya.

Kutukan Oetzi
Ada anggapan bahwa Oetzi membawa nasib buruk bagi orang-orang yang terlibat dalam penemuannya, seperti dilaporkan wartawan BBC Mark Duff di Milan, Italia.

Helmut Simon meninggal dunia karena kecelakaan ketika mendaki gunung Tahun 2004 dan 6 orang lainnya yang terlibat dalam penemuan Oetzi juga meninggal.

Hal itu mendorong munculnya anggapan bahwa Oetzi juga membawa kutukan seperti yang selama ini dikenal sebagai kutukan Tutankhamen di Mesir.

Nama Oetzi, berasal dari Lembah Oetz tempat manusia es ini ditemukan, yang merupakan kawasan temuan arkeologi penting dalam beberapa tahun belakangan.

Saat ditemukan, Oetzi masih mengenakan kaus kaki panjang dari kulit kambing, dan disekitarnya ada tumpukan panah serta kapak tembaga.

Awalnya dia diperkirakan tewas karena kedinginan dan kelaparan namun peneliti akhirnya memastikan dia meninggal karena luka akibat pertarungan.

Tinggi Oetzi 159 cm dan diperkirakan berusia 46 tahun saat dia meninggal.


Ditulis dalam YANG UNIK

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: