Keluargaberencana's Weblog

Aku | September 17, 2008

by: ingot simangunsong

Aku, pernah duduk di sudut jalan yang gelap
menari-nari pada tuts-tuts ketidakbenaran
berjalan pada lorong-lorong ketidakpastian
bernafas bersama candu kemiskinan
aroma tak sedap ke luar dari tenggorokan
tapi, aku harus melakoninya
dan tidak seorang pun peduli
apalagi mengangkatku dari duduk berkepanjangan.

Aku, pernah tertidur pulas dalam mimpi-mimpiku
karena aku tidak punya kekuatan
untuk berjalan di kehidupan nyata
aku tidak tahu, harus tidur di pangkuan siapa
karena ayah meradangkan luka
karena ibu mengorek duka
karena kekasih tak punya rasa
karena hati sudah tercabik-cabik
cabik-cabik, cabik-cabik
dan tidak seorang pun peduli
apalagi mengangkat luka dari hati-hati, hatiku.

medan, 22 agustus 2006


Ditulis dalam PUISI

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: