Keluargaberencana's Weblog

24 Jam Pertama Kehidupan Bayi | September 15, 2008

SETELAH harap-harap cemas kurang lebih 9 bulan 10 hari, akhirnya lahirlah buah cinta Anda. Apa yang terjadi pada 24 jam pertama kehidupannya?

Bayi baru lahir harus menyesuaikan diri, dari kehidupan intra-uterin (kehidupan di dalam kandungan ibu) ke kehidupan ekstra-uterin (kehidupan di alam bebas) agar bisa bertahan hidup.

Bayi harus dipantau pada menit-menit pertama, khususnya dalam 30 menit pertama, 2 jam pertama, dan 6 jam pertama. Bila terdapat suatu keadaan yang tak baik pada jam-jam pertama itu, bayi perlu dirawat di tempat yang memadai sesuai masalahnya. Salah satu bentuk penyesuaian hidup pada bayi baru di menit-menit atau jam-jam pertama kehidupannya adalah suhu lingkungan.

0-60 Menit Pertama

Penyedotan Lendir
Sesaat setelah dilahirkan, punggung bayi ditepuk-tepuk agar tangisan pertamanya terdengar dengan tujuan agar paru-parunya terbuka dan cairan yang diisap bayi saat dilahirkan bisa keluar. Dokter akan membantu menghilangkan cairan atau lendir amnion dari mulut dan hidung bayi. Ini untuk memastikan kedua lubang hidung bayi terbuka dan dia bisa bernapas.

Pemotongan Tali Pusar
Pemotongan tali pusar biasanya dilakukan dalam dua menit pertama dengan cara tali pusat dijepit lalu digunting. Dokter biasanya akan mengambil contoh darah tali pusat untuk pemeriksaan berikut. Misalnya untuk pengukuran kandungan bilirubin apakah bayi menderita kuning atau tidak.

Inisiasi Menyusu Dini
Setelah dipotong tali pusarnya, bayi dapat segera diletakkan di dada ibu. Suhu dada ibu menyerupai suhu di dalam kandungan, sehingga suhu tubuh bayi tak akan turun secara drastis. Bayi tak boleh diletakkan di tempat dingin, jika suhu bayi turun secara drastis mendadak, maka bayi akan mengalami cedera kedinginan. Bayi yang kedinginan tak akan menggigil, sebab dia akan memecahkan cadangan-cadangan untuk membakar energi yaitu lemak cokelat. Tahu-tahu bayi yang kedinginan akan kaku.

Setelah ditelungkupkan di dada ibu, biarkan bayi beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dalam waktu kurang lebih 30 menit, bayi akan merangkak ke arah payudara ibu. Selain gerakan menghentak-hentakkan kepala, juga akan terlihat bayi menjilat-jilat kulit ibu atau daerah aerola.

Setelah siap untuk meminum ASI dalam waktu kurang lebih 60 menit dengan sendirinya bayi akan menyusu pada sang ibu. Kolostrum atau ASI pertama yang keluar berwarna kekuningan adalah ASI yang paling penting untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.

Tes APGAR
Dalam waktu 1-5 menit bayi baru lahir akan menjalani pemeriksaan untuk mendapatkan nilai APGAR. Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi tanda-tanda vital dan respons fisik bayi. Ada 5 kategori yang diperiksa yaitu, Activity (denyut otot), Pulse (detak jantung permenit), Grimace (respons refleks), Appearance (warna kulit), dan Respiration (pernapasan).

Nilai APGAR berkisar 0-2 untuk setiap kategori, lalu semua nilai dijumlahkan. Jika nilai APGAR berkisar 7-10 bayi dianggap normal. Pemeriksaan lanjutan dibutuhkan bila nilai APGAR di bawah normal.

Pemeriksaan darah biasanya ditujukan untuk bayi berbobot lebih dari 4 kilogram untuk mengetahui kadar gula darah karena bayi besar berisiko hipoglikemia (kadar gula darah rendah) beberapa jam setelah bayi lahir. Kondisi ini bisa terjadi bila asupan makanan untuk bayi bongsor ini langsung anjlok.

Statistik Vital
Setelah melalui serangkaian tes, bayi diukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepalanya. Kemudian bayi dimandikan dengan air hangat dan ditempatkan di ruang bayi. Dalam 24 jam, dokter akan memantau kondisi bayi secara teratur. Kesesuaian usia bayi dengan hari pertama haid ibu perlu diperiksa untuk menentukan apakah bayi lahir prematur. Dokter akan melakukan pemeriksaan Ballard untuk menguji karakteristik fisik dan otot bayi untuk mengetahui usia kandungan.

Sentuhan dan Cara Menggendong
Bayi memerlukan sentuhan. Sejak detik pertama bersama bayi Anda, mulailah terbentuk ikatan batiniah yang bergantung pada sentuhan-sentuhan yang Anda berikan. Bayi selalu bereaksi terhadap cara Anda menyentuhnya. Kelembutan dan kehangatan membuatnya nyaman, tetapi menangis bila disentuh secara kasar. Jangan ragu menggendong, mengayun, dan memeluknya.

Perhatikan! Bayi Anda belum mampu mengontrol gerakan kepalanya. Kepala bayi harus selalu ditopang agar tidak bergeser keras ke kiri-kanan atau ke depan-belakang. Sewaktu mengangkat bayi, gunakan kedua belah tangan sehingga Anda dapat menopang kepalanya. Pada waktu membawa bayi, topang kepala dan lehernya dengan tangan Anda, utamanya bila dia digendong dalam posisi tegak. (sumber: okezone.com)


Ditulis dalam KELUARGA

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: